'referensi film' Category

pelem hitam putih

August 28th, 2009 August 28th, 2009
Posted in referensi film
No Comments ยป

kira-kira seminggu yang lalu saya nonton pelem di tvri, entah judulnya apa tapi juadullllllll buanget!!!masih hitam putih, ejaannya “j” aja masih dibaca “y”. saya jelas tidak tahu pemerannya (belum lahir sih). tapi aktingnya begitu alami(tidak ada acara melotot, make up tebal seperti yang kita liat di sinetron2 kita), dialog-dialognya pun sangat sehari-hari, sindiran2 juga sering dilontarkan.
pita film agaknya sudah rusak, mungkin kurang perawatan. tampilannya sudah tak jernih, banyak bintik2 dan garis2 (khas film jadul lah) saya ga yakin kalian bisa dapatkan film ini dirental2 vcd yang bertebaran di jogja.
sebenarnya cerita film ini masih sangat relevan jika dikaitkan dengan keadaan masyarakat kita sekarang (seolah-olah masyarakat kita ga pernah sejahtera yah hehehehe)
sebuah daerah bernama Suka Slamet masih tertinggal, belum ada pemberdayaan alam dan sdmnya. mereka mengharapkan “tamu agung” yang mampu memberi solusi bagi rakyat desa ini such as memberikan minyak tanah, sembako dll. tapi tamu agung yang mereka sambut ternyata bukanlah tamu agung yang mereka tunggu. tamu agung ini cuma tukang obat keliling. dia menipu rakyat suka slamet demi keuntungan pribadi.
masalah tidak hanya disitu. rakyat suka slamet berlomba-lomba merebut hati sang tamu agung gadungan. mereka mulai menjilat ini itu, berharap diperhatikan tamu agung. ada yang memiliki yayasan perempuan terlantar, aa yang memiliki yayasan Jatim Piatu, ada yang berambisi menjadikan daerahnya sebagai pusat pariwisata, didirikan hotel dan bungalow dekat telaga.
si tamu agung gadungan ini tidak perduli, ia terlalu sibuk dengan puji-puji dari para perempuan2 desa, sibuk dengan sanjungan dan welcoming dari penduduk desa.
bagi saya, ada sisi lain yang diangkat dari film ini: peran perempuan dalam rumah tangga dan masyarakat.
perempuan2 dalam film ini digambarkan sebagai wanita yang “berkuasa” atas rumah tangga dan di masyarakat. jelas sekali ketika para suami iya2 aja saat istri ngomel ini itu. pokoknya suami2 seperti kerbau dicocok idungnya (inget SSTI Trans tv)
saya suka film ini, seperti yang saya sebutkan tadi, ada sindiran2 dalam dialog ini tapi dikemas dengan humor. filmnya lucu banget. ada adegan dimana seorang wartawan ingin wawancara si tamu agung lalu supaya tidak ketahuan aslinya, asisten si tamu agung gadungan (asistennya gadungan juga tentunya)mengatakan bahwa wwncara nanti, sesuai dengan protokol. hwad??mau wncara aja diatur (inget jaman kapan gt yah hehehehehe)
saya ingin bercerita banyak karena masih banyak hal2 yang diluar perkiraan saya. bahwa ternyata film maker kita sudah canggih dari dulu, aktingnya lebih canggih daripada pemain sinetron kita. lebih dari itu film ini patut ditonton (maap saya ga tau judulnya, abisnya telat nonton) dan diambil pesan2nya.
saya sudah menangkap pesannya (sesuai dengan pandangan saya, tentunya)diantaranya ya yang saya sudah ceritakan di atas. kalo diantara kalian ada yang udah nonton dan punya pandangan lain, bisa share di comment sini loh.
(relevan kan, karena kita masih menantikan “tamu agung” yang bisa melepaskan kita dari kemiskinan)